Matahari Bergerak? Ini Penjelasan Orbitnya di Galaksi

Matahari tidak diam di tempat, tetapi mengorbit pusat galaksi Bima Sakti. Bagaimana pergerakannya dan apa yang menyebabkan orbit ini tetap stabil?

Ketika kita memandang langit, seolah-olah semua benda langit diam di tempatnya. Namun, kenyataannya, setiap objek di alam semesta selalu bergerak. Kita tahu bahwa Bumi mengorbit Matahari dalam satu tahun. Tapi apakah Matahari juga mengorbit sesuatu? Jika iya, ke mana sebenarnya Matahari bergerak?

Untuk memahami pergerakan Matahari, kita perlu melihatnya dalam skala yang lebih besar, bukan hanya dalam Tata Surya, tetapi juga dalam struktur galaksi Bima Sakti.

Matahari: Bintang yang Bergerak dalam Galaksi

Matahari bukanlah titik pusat dari segala sesuatu di alam semesta. Ia adalah satu dari ratusan miliar bintang yang ada di galaksi Bima Sakti. Seperti planet-planet yang mengorbit Matahari karena gravitasi, Matahari dan seluruh Tata Surya juga bergerak dalam jalur tertentu di dalam galaksi.

Bima Sakti sendiri merupakan galaksi spiral dengan lengan-lengan berisi miliaran bintang, gas, dan debu. Matahari terletak di salah satu lengan spiral ini, yang disebut Lengan Orion. Namun, pertanyaannya, apakah Matahari hanya diam di tempat?

Jawabannya adalah tidak, Matahari tidak diam. Ia mengorbit pusat galaksi Bima Sakti, yang diduga memiliki lubang hitam supermasif bernama Sagittarius A*. Gravitasi dari pusat galaksi inilah yang menyebabkan Matahari dan miliaran bintang lainnya tetap berada dalam orbit mereka masing-masing.

Pergerakan ini mirip dengan bagaimana planet mengorbit Matahari. Namun, perbedaannya adalah bahwa Matahari, bersama dengan Tata Surya, bergerak dalam skala yang jauh lebih besar, dengan jarak yang luar biasa besar dari pusat galaksi.

Kecepatan dan Waktu Orbit Matahari

Matahari tidak bergerak dengan kecepatan yang kecil. Tata Surya melaju mengelilingi pusat Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 828.000 km/jam. Namun, karena jarak ke pusat galaksi sangat jauh, Matahari membutuhkan 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu putaran penuh.

Sebagai perbandingan, jika kita melihat sejarah Bumi, perjalanan Matahari mengelilingi galaksi baru selesai sekitar 20–21 kali sejak Tata Surya terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Bagaimana Bentuk Orbit Matahari?

Orbit Matahari di dalam galaksi tidak berbentuk lingkaran sempurna, tetapi lebih menyerupai elips dengan sedikit gerakan naik-turun. Tata Surya tidak hanya mengorbit pusat galaksi, tetapi juga sedikit berayun ke atas dan ke bawah saat bergerak melalui bidang galaksi.

Pergerakan naik-turun ini terjadi setiap 60 juta tahun sekali dan bisa mempengaruhi lingkungan Tata Surya, termasuk kemungkinan interaksi dengan awan gas atau bintang lain di Bima Sakti.

Apakah Matahari Akan Menuju Lubang Hitam di Pusat Galaksi?

Meskipun Matahari mengorbit Sagittarius A*, Tata Surya tidak sedang dalam perjalanan menuju lubang hitam supermasif tersebut. Orbit yang ditempuh Matahari cukup stabil, sehingga tidak ada risiko Tata Surya akan jatuh ke dalam lubang hitam dalam waktu dekat.

Namun, di masa depan, ada kemungkinan bahwa interaksi dengan bintang lain atau perubahan dalam struktur galaksi dapat mempengaruhi orbit Tata Surya. Tapi hal ini sangat jarang terjadi dalam skala waktu kehidupan manusia.

Masa Depan Matahari dan Tata Surya dalam Galaksi

Dalam sekitar 5 miliar tahun, Matahari akan kehabisan bahan bakarnya dan memasuki fase raksasa merah sebelum akhirnya menjadi katai putih. Meskipun Matahari akan berubah, Tata Surya kemungkinan besar tetap akan berada di dalam orbitnya di Bima Sakti.

Namun, dalam skala yang lebih besar, sekitar 4 miliar tahun dari sekarang, galaksi Bima Sakti akan bertabrakan dengan galaksi Andromeda. Peristiwa ini akan mengubah struktur kedua galaksi, termasuk jalur orbit banyak bintang di dalamnya, termasuk Matahari.

Kesimpulan

Matahari tidak diam di satu tempat, melainkan bergerak mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti, tepatnya mengorbit lubang hitam supermasif Sagittarius A*. Dengan kecepatan sekitar 828.000 km/jam, Matahari membutuhkan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu putaran penuh.

Meskipun orbit ini cukup stabil, dalam miliaran tahun ke depan, interaksi galaksi Bima Sakti dengan Andromeda bisa mengubah jalur orbit Tata Surya. Namun, dalam waktu dekat, Matahari akan tetap berada dalam lintasannya, menjaga keseimbangan bagi planet-planet di dalamnya, termasuk Bumi.


Hak Cipta

Nomor Seri: 6504858381803097502
Penulis: Mochamad Rifaldo Efendi
Type: Article
Publish: Maret 2025, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.
Hak cipta © 2025 oleh Rivaldyalfi.com.

*Tidak ada bagian dari artikel ini yang boleh diperbanyak, disimpan dalam sistem pencarian, atau ditransmisikan dalam bentuk apa pun atau dengan cara apa pun, baik elektronik, mekanis, fotokopi, perekaman, atau lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit.
Dengan pengetahuan kamu bisa menjelajahi dunia tanpa harus bangkit dari tempat duduk

Oops! Kamu Sedang Offline!

Sepertinya Kamu menghadapi gangguan jaringan.
Atau periksa koneksi jaringan Kamu.